BOKERMOTRET

by Oktarian Bagus Nugroho

ADA APA?

Saya kerap mengalami kelelahan dalam hal emosional, mental dan fisik karena gagal memenuhi constant demand untuk hidup.

Hari-hari selalu merasa semuanya buruk. Kehilangan antusiasme terhadap apapun, mulai dari perkuliahan, hobi, bersosial dan banyak kegiatan lainnya. Saya selalu merasa buang-buang energi dan sia-sia dengan apa yang selalu saya buat. Saya tidak pernah menunjukkan kelelahan ini terhadap lingkungan sekitar, teman, bahkan orang tua, atau bahkan menceritakannya. Melelahkan tentunya.

Pada 2019 lalu, saya sedang semangat-semangatnya mempelajari fotografi, khususnya stage photography. Konser ke konser saya datangi hanya untuk ngulik hobi tersebut. Sampai beberapa kali mendapat ajakan teman untuk ikut menjadi bagian daripada dokumentasi event mereka. Sungguh suatu hal yang menyenangkan. Bahkan tawaran yang datang malah tidak selalu berhubungan dengan musik atau konser, kadang-kadang ada saja seperti ajakan wedding project, foto produk atau sekadar dokumentasi acara-acara lainnya.

Namun sekitar awal tahun 2020, secara perlahan saya kehilangan ‘kesenangan’ akan hal tersebut. Saya sulit menemukan kepuasan akan hal-hal yang berkaitan dengan fotografi. Selalu merasa tidak nyaman untuk mengerjakan sesuatu, walau sempat dikerjakan awalnya, namun berhenti di tengah jalan karena tidak menemukan mood untuk mengerjakan hal tersebut. Entah selalu berpikiran bahwa apa yang sudah diperbuat ini masih belum pantas, bahkan untuk sekadar diunggah ke media sosial. Sadar atau tidak, feeds Instagram yang dulu biasanya diisi dengan konten-konten fotografi kini perlahan berganti secara random. Semakin nggak jelas arahnya mau ke mana.

Tentunya ini menyulitkan, untuk membuat sesuatu yang lebih, untuk terus berkembang. To be honest, motivasi-motivasi dari teman-teman sekitar itu ndak ngaruh sama sekali. Justru malah membuat saya kesal dan malah malas mendengarkan orang lain.

Pada akhirnya saya harus mencari solusinya sendiri. Keluar rumah, nongkrong di tempat-tempat baru. Awalnya saya kira hal ini hanyalah kejenuhan yang normal, yang sewaktu-waktu bisa saja hilang dan bisa saja datang lagi. Dan di suatu momen, saya menyadari bahwa saya hanya butuh didengar.

Walau terkesan egois, tapi ya memang itu yang dibutuhkan ketika berada di masa-masa ‘jenuh’ tersebut. Pergi ke coffeshop atau tempat-tempat nongkrong lainnya, bertemu orang-orang di luar sana dan saling bertukar pikiran melalui obrolan-obrolan sepele.

Dari obrolan-obrolan tersebut kadang membuat saya menjadi segar kembali. Tiba-tiba muncul ide-ide fresh, sesuatu yang baru, saya mendapat insight baru. Alhamdulillah, beberapa orang baru yang akhir-akhir ini saya temui cukup menyenangkan dan lumayan membantu dalam beberapa masalah yang sedang saya alami.

Kemudian, hal yang cukup ekstrem yang saya lakukan adalah membatasi kontak dengan beberapa teman terdekat dari masa SMP/SMA. Terlihat cukup sombong, namun saya tahu apa yang terbaik untuk diri sendiri. Saya menyadari lingkungan pertemanan saya sebenarnya tidak terlalu sehat-sehat amat lah, saya cukup paham bagaimana pola pertemanan tersebut.

Saya butuh waktu untuk menenangkan diri. Kalau dari beberapa teman ada yang membaca tulisan ini, mungkin kalian pernah melihat saya pergi nongkrong di beberapa tempat hanya ‘sendirian’, ya karena memang dengan seperti itulah saya mencari ketenangan. Kalau tiba-tiba saya menolak ajakan kalian, itu tandanya saya sedang sangat jenuh dan tidak ingin diganggu.

Kesulitan yang selalu ditemui saat ini mungkin saya kurang terbuka dengan teman-teman ataupun lingkungan sekitar saya. Saya memilih untuk tidak menceritakan apa yang sedang terjadi dengan diri sendiri alias curhat. Hal itu terlalu membuang-buang waktu, dan memang hampir pasti tidak mendapat solusi apa-apa. Ternyata selama ini pandangan saya salah. Bercerita tentang keluh kesah yang dialami itu tidak melulu tentang mencari solusi, kadang kita hanya perlu didengarkan.

Well, saya masih seperti biasanya, kok. Hal-hal tersebut dilakukan situasional saja. Selebihnya saya juga manusia biasa.

Sleman, 18 Oktober 2020.

Next Post

Leave a Reply

%d bloggers like this:

© 2020 BOKERMOTRET

All Rights Reserved