BOKERMOTRET

by Oktarian Bagus Nugroho

LANDSCAPE POS WADAS GANTUNG

7-8 Juni 2019

Masih dalam suasana libur lebaran, bersama dua orang teman saya, Toni dan Mas Roby, kami memutuskan untuk pergi ke Pos Wadas Gantung untuk sekadar camping ceria sambil menikmati suasana puncak. Pos Wadas Gantung merupakan Pos 1 jalur pendakian Gunung Slamet via Gunung Malang.

Walaupun saya bukan seorang yang hobi mendaki gunung, saya tetap antusias untuk sampai ke puncak karena ingin mengabadikan momen berada di puncak gunung, hehehe. Kami berangkat dari basecamp sekitar pukul 17.00 dan hanya sekitar 45 menit perjalanan untuk sampai ke Pos 1 Wadas Gantung. Sesampainya di puncak, kami bertiga bergegas untuk mendirikan tenda dan mempersiapkan makan malam sekaligus beristirahat sejenak.

Karena niat awal pergi ke puncak yaitu melampiaskan hasrat untuk membuat foto landscape di alam terbuka, dan malam itu urutan pertama foto yang akan dibuat adalah foto milky way. Kebetulan, Mas Roby punya pengalaman memotret milky way dan saya belajar banyak dari pengalamannya. Menurut Mas Roby, waktu yang baik untuk mendapatkan milky way Wadas Gantung yaitu antara pukul 22.00 sampai 03.00. Kemudian saya memutuskan untuk beristirahat dahulu agar bisa bangun jam 2 pagi untuk memotret milky way.

Sekitar pukul 02.00,
Saya memulai untuk memotret. Bermodal kamera dan tripod lalu mengatur posisi untuk mendapatkan angle yang pas. Tips berikutnya, untuk mendapatkan posisi bintang yang pas disarankan menggunakan bantuan aplikasi seperti Stellarium Mobile yang dapat diunduh di perangkat Android.

Berikut empat foto yang berhasil saya dapatkan. Menggunakan teknik long-exposure dengan kecepatan rana sekitar 30 detik.

Target pertama sudah tercapai, untuk sekadar permulaan sudah cukup dengan empat foto tersebut karena saya harus menghemat baterai sampai matahari terbit. Selanjutnya, saya beristirahat sampai waktu subuh lalu bersiap untuk mengabadikan momen matahari terbit pada pukul 05.45-06.00 WIB.

05.30
Bersiap memasang tripod, dan mengatur posisi supaya mendapat angle yang pas. Mengacu pada info BMKG saat itu, seharusnya matahari mulai terbit sekitar pukul 05.45 WIB. Benar saja, pada waktu tersebut mulai nampak. Namun saya tidak langsung mengambil gambar, saya menunggu beberapa saat hingga posisi matahari sudah terlihat utuh. Saya harus menunggu sekitar 5 menitan saat itu.

Berikut beberapa foto yang saya ambil saat momen matahari terbit.

Karena harus menggunakan bukaan lensa yang kecil, saya baru menyadari bahwa sensor kamera saya cukup kotor saat itu. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya beberapa noda yang muncul pada foto-foto di atas.

Beruntungnya kami, cuaca di puncak selalu cerah sejak perjalanan mendaki hingga keesokan harinya.

Mie instan memang lebih praktis untuk sekadar sarapan.

Kami turun dari puncak sekitar pukul 08.30 WIB, bergegas kembali ke basecamp dan beristirahat di sana sebelum pulang ke rumah masing-masing.

Jangan pernah lupa untuk membawa turun kembali sampah selama berada di puncak.

Beberapa gambar juga sempat saya abadikan selama perjalanan turun dari puncak.

Purbalingga, 7-8 Juni 2019
Oktarian Bagus Nugroho.

Next Post

Previous Post

Leave a Reply

%d bloggers like this:

© 2020 BOKERMOTRET

All Rights Reserved