TERBAKAR, RUSAK, BELAJAR LAGI!!!

Fotografi analog memengaruhi cara berpikir saya dalam memotret. Mengapa? Misalnya, hal-hal yang biasanya mudah dilakukan dengan kamera digital ternyata belum tentu bisa sama mudahnya ketika menggunakan kamera analog.

Satu hal sederhana, setelah selesai memotret menggunakan film tentu kita belum bisa langsung menikmati hasilnya. Ada proses yang dinamakan develop dan scan rol film kita. Biasanya ketika kita memproses dev-scan rol film pada lab akan memakan waktu paling cepat satu hari, baru kita mengetahui hasil akhir dari proses memotret yang sudah dilakukan. Tentu hal ini tidak dialami pada era kamera digital. Ketika selesai memotret, langsung bisa dilihat preview dari apa yang sudah diambil.

Proses ‘menunggu’ inilah yang membuat saya sebagai pengguna kamera analog tentunya menjadi lebih sabar dalam berproses di bidang fotografi. Dari 36 frame yang bisa didapat dalam satu buah rol film, tak jarang beberapa frame ini ada yang rusak atau terbakar. Ada banyak penyebabnya, mulai dari proses menyimpan rol yang tidak benar, ada kebocoran atau film yang terpapar cahaya sebelum digunakan atau dicuci, hingga memang sedang apesnya saja film yang digunakan ternyata memang rusak

Namun, dari kegagalan dan kesalahan ini membuat saya lebih banyak belajar lagi. Lebih banyak ingin tahu dan rasa ingin ngulik lebih dalam tentang fotografi analog. Bahwa memotret bukan hanya sekadar menekan tombol shutter, tetapi akurasi, momen, dan ketelitian.

Oktarian Bagus Nugroho, 24 Maret 2021.

Leave a Reply