TRIBUTE TO DIDI KEMPOT

5 Mei 2020,
Indonesia kehilangan salah satu sosok maestro campursari, Didik Prasetyo atau yang lebih dikenal dengan nama Didi Kempot. Pakdhe Didi Kempot meninggal dunia karena sakit jantung.

Didi Kempot pernah mendapat julukan “The Godfather of Broken Heart” atas lagu-lagunya yang sebagian besar bertemakan patah hati. Lagu-lagunya yang menjadi hits antara lain seperti Cidro, Layang Kangen, Tanjung Mas Ninggal Janji hingga Pamer Bojo.

Sebenarnya, saya sudah diperdengarkan tembang-tembang Didi Kempot sejak usia 5 tahun oleh bapak saya. Kebetulan bapak memang sangat menyukai lagu-lagu campursari. Lagunya yang terkenal saat itu adalah Stasiun Balapan.

22 Desember 2019,
Pemerintah Kabupaten Purbalingga menggelar “Konser Ambyar” untuk merayakan Hari Ulang Tahun Kabupaten Purbalingga ke-189. Konser ini digelar di dalam Stadion Goentoer Darjono, Purbalingga. Dibanjiri ribuan penonton yang antusias pada saat itu, bahkan saya masih mengingat di mana momen masyarakat yang berdesakan demi menyaksikan Pakdhe Didi Kempot yang akan tampil. Kalau tidak salah, mungkin ini adalah salah satu konser di Purbalingga yang mampu memecahkan rekor penonton terbanyak.

Berikut beberapa momen yang dapat saya abadikan, sebagai pengingat bahwa mendiang “Godfather of Broken Heart” ini pernah menyambangi Kabupaten Purbalingga.

Momen ketika Didi Kempot bernyanyi bersama Bupati Purbalingga, Ibu Dyah Hayuning Pratiwi.

Kemeriahan masyarakat yang bahkan datang dari berbagai daerah, seperti Tegal, Pemalang, Pekalongan. Mereka rela datang jauh-jauh hanya untuk menyaksikan konser Didi Kempot. Menjadi bukti bahwa Pakde Didi sangat punya tempat di masyarakat.

Selamat Jalan, Didi Kempot!
Kami akan selalu mengenang karya-karyamu dan caramu menghibur masyarakat Indonesia.

Minggu, 22 Desember 2019.
Pentax K-500, 18-55mm, 50-200mm, 55mm f/2.2
Seluruh foto merupakan dokumentasi pribadi.

Leave a Reply